5 Keunggulan Brand Memiliki Kemasan Kosmetik BPOM

Di tengah maraknya produk kecantikan palsu yang beredar di pasaran, konsumen kini lebih selektif memilih produk yang aman dan terpercaya. Salah satu tolak ukurnya adalah kemasan kosmetik BPOM yang menjadi salah satu tanda penting di Indonesia.
Adanya kemasan kosmetik BPOM dengan standar tertentu dari segi bahan hingga label memberi keamanan bagi konsumen. Namun, seperti apa dan bagaimana membuat kemasan sesuai BPOM? Melalui artikel ini, Anda bisa mengenal lebih dalam syarat kemasan BPOM hingga cara membuatnya.


Dasar Hukum dan Regulasi tentang Kemasan Kosmetik
Salah satu dasar hukum mengenai kemasan kosmetik ada pada UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. UU tersebut mengatur bahwa produk yang beredar di Masyarakat harus aman dan tidak membahayakan kesehatan. Karena itulah muncul pula aturan kemasan kosmetik BPOM.
Regulasi pembuatan kemasan kosmetiknya ada pada Peraturan BPOM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis tentang Bahan Kosmetika. Di samping itu juga mengacu pada Peraturan BPOM No. 30 Tahun 2020 tentang Persyaratan Teknis Penandaan Kosmetika yang menjadi syarat label kemasan kosmetik BPOM.
Syarat BPOM untuk Kemasan Kosmetik
Mengingat peraturan yang dikeluarkan oleh BPOM adalah acuan utama dalam pembuatan kemasan kosmetik, seluruh brand owner harus tahu apa saja yang harus diperhatikan. Berikut syarat yang akan membantu Anda memenuhi syarat kemasan kosmetik BPOM:
Memiliki Segel atau Sistem Pengaman
Beberapa produk kosmetik dianjurkan memiliki segel atau sistem pengaman pada kemasan. Tujuannya agar konsumen dapat mengetahui apakah produk masih dalam kondisi baru atau sudah pernah dibuka sebelumnya.
Label Harus Mudah Dibaca
Tulisan pada label kemasan harus jelas, mudah dibaca, dan tidak mudah pudar. Informasi penting pada kemasan juga harus disajikan secara rapi agar konsumen dapat memahami isi produk dengan mudah.
Ada Nomor Notifikasi BPOM
Setiap produk kosmetik yang telah terdaftar wajib mencantumkan nomor notifikasi BPOM pada kemasannya. Nomor ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui proses pendaftaran dan pengawasan dari BPOM sebelum dipasarkan.
Ada Nomor Batch Produksi
Kemasan kosmetik BPOM harus mencantumkan nomor batch atau kode produksi. Informasi ini penting untuk proses pelacakan produk jika terjadi masalah kualitas atau penarikan produk dari pasar.
Tertulis Cara Pemakaian
Cara penggunaan produk perlu dicantumkan pada kemasan, terutama untuk produk yang membutuhkan petunjuk khusus. Informasi ini membantu konsumen menggunakan produk dengan benar dan aman.
Bahan Kemasan Harus Aman untuk Produk
Kemasan harus menggunakan material yang aman dan tidak bereaksi dengan isi produk. Bahan kemasan tidak boleh menyebabkan perubahan warna, bau, atau kualitas kosmetik. Selain itu, kemasan juga tidak boleh melepaskan zat berbahaya yang dapat mencemari produk.
Baca Juga: 5 Perbedaan Botol Kaca dan Plastik pada Kemasan Kosmetik
Tercetak Daftar Komposisi
Kemasan kosmetik wajib mencantumkan daftar bahan atau komposisi yang digunakan dalam produk. Daftar ini biasanya ditulis menggunakan standar nama bahan kosmetik internasional agar mudah dikenali.
Mencantumkan Berat Bersih
Berat bersih atau isi bersih produk harus dituliskan secara jelas pada kemasan, misalnya dalam satuan gram (g) atau mililiter (ml). Informasi ini membantu konsumen mengetahui jumlah produk yang mereka beli.
Nama dan Alamat Produsen/ Importir
Kemasan kosmetik juga harus mencantumkan nama serta alamat produsen atau importir. Informasi ini penting sebagai bentuk transparansi dan memudahkan konsumen atau pihak berwenang jika diperlukan kontak terkait produk.
Peringatan Pemakaian
Bagi produk kosmetik yang memiliki kandungan tertentu dan dapat memicu alergi, Anda harus mencetak peringatan pemakaian. Informasi ini akan membantu calon konsumen berhati-hati dalam memilih produk.
Mencantumkan Tanggal Kadaluarsa
Setiap produk juga harus mencantumkan tanggal kadaluarsa atau masa penggunaan setelah dibuka (PAO). Tanggal ini penting untuk memastikan konsumen selalu bisa menggunakan konsumen di waktu yang tepat dan formula masih efektif.


5 Keunggulan Brand Miliki Kemasan Kosmetik BPOM
Ada sederet alasan kenapa brand harus membuat kemasan kosmetik BPOM. Baik itu dari kepatuhan regulasi hingga hubungannya dengan branding, semuanya akan membawa brand Anda pada berbagai keunggulan, seperti:
Lebih Terjamin Keamanannya
Produk kosmetik yang memiliki kemasan sesuai standar BPOM umumnya telah melalui proses evaluasi bahan dan formulasi. Hal ini membantu memastikan bahwa produk lebih aman digunakan oleh konsumen serta meminimalkan risiko penggunaan bahan berbahaya.
Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang mencantumkan nomor notifikasi BPOM pada kemasannya. Keberadaan informasi tersebut menunjukkan bahwa produk telah melewati proses pengawasan sebelum beredar di pasaran.
Legal dan Memenuhi Regulasi
Kemasan kosmetik yang memenuhi ketentuan BPOM menandakan bahwa produk tersebut telah mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, brand dapat memasarkan produknya secara legal tanpa khawatir melanggar aturan yang ada.
Memperkuat Citra Brand Profesional
Brand yang menggunakan kemasan kosmetik BPOM biasanya dipandang lebih profesional dan terpercaya. Hal ini menunjukkan bahwa brand memperhatikan kualitas produk, keamanan konsumen, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Lebih Kompetitif di Pasaran
Di tengah persaingan industri kosmetik yang semakin ketat, status BPOM dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah brand. Produk dengan kemasan yang sudah memenuhi standar BPOM lebih mudah diterima oleh konsumen, distributor, maupun marketplace.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Ukuran Box Serum yang Tepat untuk Brand
Panduan Membuat Kemasan Kosmetik Standar BPOM
Dengan keunggulannya dalam pemasaran produk, kemasan kosmetik BPOM menjadi hal wajib. Namun, mengingat ada begitu banyak syarat dalam pembuatannya, lebih baik Anda bekerja sama dengan jasa cetak kemasan profesional seperti Hsemei Pack International.
Bersama kami, Anda bisa berdiskusi dengan tim ahli untuk mengetahui apa yang harus ada pada kemasan kosmetik. Didukung dengan proses cetak yang cepat dan mudah, berikut ini panduan agar Anda bisa mulai membuat kemasan kosmetik BPOM:
Diskusikan Desain Kemasan
Langkah pertama adalah mendiskusikan konsep desain kemasan yang akan digunakan. Pada tahap ini biasanya dibahas bentuk kemasan, ukuran, material, serta informasi yang wajib dicantumkan seperti nama produk, komposisi, nomor notifikasi BPOM, berat bersih, dan identitas produsen.
Penyelesaian Pembayaran
Setelah desain kemasan disetujui, tahap berikutnya adalah penyelesaian pembayaran sesuai kesepakatan dengan penyedia jasa cetak kemasan. Proses ini biasanya meliputi pembayaran uang muka (DP) atau pelunasan sebelum produksi dimulai sesuai dengan kesepakatan.
Proses Cetak Kemasan
Setelah pembayaran diproses, kemasan akan masuk ke tahap produksi atau pencetakan. Pada tahap ini desain yang telah disetujui akan dicetak pada material kemasan yang dipilih menggunakan teknologi canggih, baik itu botol, tube, sachet, atau box kemasan kosmetik dari berbagai jenis bahan.
Proses Kirim Kemasan
Setelah proses cetak selesai dan kemasan melewati pengecekan kualitas, produk akan dikemas dan dikirim ke alamat pelanggan. Proses pengiriman biasanya disesuaikan dengan jumlah pesanan dan lokasi tujuan dan akan tim Hsemei Pastikan sampai tepat waktu agar mendukung branding Anda.
Tingkatkan Kepercayaan Konsumen terhadap Brand dengan Cetak Kemasan Kosmetik BPOM di Hsemei Pack!
Meningkatkan kepercayaan konsumen merupakan salah satu kunci penting membangun brand kosmetik yang kuat. Bersama Hsemei Pack Anda dapat mencetak kemasan yang sesuai standar BPOM dan tentunya tampil lebih menarik perhatian konsumen.
Dengan pengalaman dalam produksi berbagai jenis kemasan kosmetik, proses pengerjaan cepat, bahan berkualitas, Hsemei Pack siap meningkatkan kualitas produk Anda. Klik banner di bawah ini dan mulai diskusikan kebutuhan cetak kemasan Anda bersama tim Hsemei Pack sekarang!






















